Printer Dot Matrix

Jenis printer Dot Matrix merupakan printer yang metode pencetakannya menggunakan pita. Cetakan yang dihasilkan terlihat seperti titik titik yang saling mengubungkan satu dengan yang lainnya, sehingga hasil cetakan kurang halus dan juga kurang bagus. menurut sejarahnya jenis printer dot metrix ini pada awalnya menggunakan 9 Pin yang artinya dalam satu huruf akan dicetak dengan kombinasi dari 9 titik, kemudian semakin berkembang menjadi 24 pin dan tentunya dengan begitu hasil cetakan akan lebih halus. Setiap titik yang dihasilkan oleh batang logam kecil, yang disebut “wire” atau “pin”, yang digerakkan maju oleh kuasa yang kecil electromagnet atau solenoid, baik secara langsung atau melalui levers kecil (pawls).

 

dot_matrix_obsoleteblog

 

Printer Dot-Matrix adalah jenis printer yang resolusi cetaknya masih sangat rendah hal ini disebabkan karena print head printer jenis ini terdiri dari jarum-jarum yang tersusun (sekitar 9-24 pin), nantinya jarum-jarum ini akan “memukul” pita (printer ribbon) sehingga membentuk sebuah karakter pada kertas. Printer jenis dot matrik memiliki kelebihan dari segi harga pita printer yang murah, awet digunakan terbukti dari beberapa printer dot matrik yang pernah saya temui sudah berumur diatas 8 tahun dan printer jenis ini bisa digunakan untuk mencetak kertas rangkap atau continuous form.

 

Printer jenis ini hanya cocok untuk mencetak dokumen berupa tulisan saja dan umumnya printer dot matrik hanya mempunyai satu warna, yaitu warna hitam. Ketika sedang mencetak, printer jenis ini mengeluarkan suara yang cukup keras yang ditimbulkan dari pergerakkan mekanik dan head printernya. Selain itu meskipun harga pita printernya cukup murah, harga printernya sendiri relatif mahal bila dibandingkan dengan printer jenis inkjet. Biasanya dipakai untuk Bon Penjualan, Surat Jalan dipakai di Pabrik atau Kantoran.

 

Head dari printer jenis ini, terdiri atas 7 atau 9 ataupun 24 jarum yang tersusun secara vertical dan membentuk sebuah kolom. Pada saat bekerja, jarum yang ada akan membentuk character images melalui gesekan-gesekan jarum pada karbon dan kertas. Printer jenis ini juga merupakan character printer.Pin/jarum, terdapat di printhead tersebut, dengan panjang sekitar satu inci dan dikemudikan oleh beberapa pendorong memaksa masing-masing pin menitik/menjepit pita tinta dan menutupi kertas pada suatu waktu tertentu. Kekuatan pada pendorong ini datang dari tarikan yang magnetis dari gelang kawat kecil (solenoid) yang diberi tenaga pada situasi tertentu, tergantung pada karakter yang akan dicetak. Pemilihan waktu isyarat mengirim kepada solenoid diprogramkan ke dalam printer untuk masing-masing karakter, dan menterjemahkan dari informasi yang dikirim oleh computer karakter yang mana untuk dicetak.

 

Pada saat head-printer bergerak dari kiri kekanan sambil menyentuh kertas, maka huruf yang sudah terpola dalam suatu susunan jarum akan segera muncul. Pola huruf ini kemudian diterima oleh pita karbon yang dibaliknya terdapat kertas, dan terjadilah pencetakan huruf demi huruf.Kecepatan dalam pencetakan rinter ini disebut “character per second” atau cps.

 

Setiap character yang terbentuk akan menimbulkan suatu pola unique yang terdiri dari pelbagai titik didalam dimensi sebuah matrix. Jenis printer dot-matrix sangatlah bervariasi, ada yang berjenis color dan ada pula yang non-color. Umumnya, printer jenis dot-matrix juga hanya mempunyai satu warna, yaitu warna hitam. Untuk printer color, digunakan pita (karbon/ribon) khusus yang mempunyai 4 warna, yaitu hitam, biru, merah dan kuning.

 

Keuntungan yang utama printer dot matrix adalah serbaguna, yang mampu mencetak surat laser. Akhirnya, Printer dot matrix digunakan ketika kertas digunakan untuk format cetakan tembusan, dan lain lain. Proprinter mempunyai sembilan jarum/pin. dalam huruf miring atau tebal dengan hanya mengubah cara menitik yang diatur diatas kertas. Apalagi, printer dot matrix relative murah dibandingkan dengan yang lain.

 

Kelemahan lainnya ialah kualitas cetak printer ini kalah jauh dengan inkjet atau laserjet. Resolusi cetaknya sangat rendah. Jika Anda mencetak gambar, Anda akan menemukan titik-titik berhubungan yang membentuk gambar tersebut. Gambar tidak terlihat realistis. Ketika Anda menggunakannya untuk mencetak, suaranya cukup keras dan mengganggu pendengaran. Geraknya yang sangat lamban mungkin tidak sesuai untuk kebutuhan kantor yang menuntut segala pekerjaan dikerjakan dengan cepat.

 

Merawat Printer Dot Matrix

 Perawatan printer jenis dot-matrix jika tahu caranya sebenarnya cukup mudah. Langkah-langkah yang perlu Anda lakukan adalah lepaskan pita atau cartridge tinta, kemudian perhatikan cara pita bergerak melewati ‘head’ cetak. Hal lain yang perlu diperhatikan, bahwa Anda dapat membersihkan ‘head’cetak dot-matrix memakai sarana khusus. Sarana tersebut terdiri dari selembar pembersih yang dimasukkan melalui printer yang seakan-akan berupa kertas dan larutan pembersih. Maka yang perlu Anda lakukan adalah basahi lembaran tersebut dengan larutan, kemudian jalankan printer untuk mencetak di atasnya (tanpa dengan pita) seraya untuk mengujinya. Dimana larutan tadi untuk melarutkan sisa-sisa tinta yang kering, kemudian diserap oleh lembaran tersebut.

 

Atau Anda bisa lakukan cara lain dengan memakai cartridge pembersih khusus yang disisipkan sebagai pengganti. Di samping itu Anda juga perlu membersihkan platen (silinder karet) untuk menghilangkan tinta yang tersisa saat kertas telah dicetak. Lakukanlah pengujian printer untuk mengecek, agar mutu cetaknya memuaskan.

 

Dari langkah-langkah umum di atas bisa dijelaskan proses secara rinci sebagai berikut:
1. Matikan printer, lepaskan tutup dan pita.
2. Bersihkan debu atau kotoran yang melekat pada printer.
3. Periksa dan bersihkan jalan keluar masuk kertas dan platen.
4. Bersihkan dan gantilah ‘head’ cetak.
5. Gantilah pita jika sudah habis.
6. Lakukan pengujian pencetakan untuk mendapatkan mutu cetakan yang memuaskan.
7. Bersihkan dan kembalikan penutup printer.
8. Lakukan pemeriksaan kertas dan yakinkan dipasang dengan tepat dan kondisi masukdengan lancar.

 

Kenapa dot-matrix masih banyak dicari konsumen di Indonesia? Setidaknya, ada tiga alasan untuk menjawab pertanyaan ini. Pertama, daya beli konsumen di Indonesia mungkin masih cukup rendah. Mereka masih enggan untuk mengeluarkan uangnya saat membeli printer terbaru. Sebagai konsekuensinya, mereka lebih memilih produk yang ditawarkan dengan harga yang lebih ekonomis. Kedua, kebutuhan terhadap printer tidaklah terlalu tinggi. Bagi kebanyakan konsumen, printer memang hanya digunakan untuk mencetak dokumen penting dalam jumlah terbatas. Konsumen lebih suka mencetak foto atau gambar ke percetakan yang mampu menawarkan kualitas gambar lebih baik. Ketiga, keawetan produk ini lebih menarik daripada harganya. Produk yang awet memang menjadi incaran banyak konsumen di Indonesia. Mungkin mereka masih mau bergonta-ganti ponsel untuk memenuhi gaya hidup. Namun, printer bukanlah bagian dari gaya hidup sehingga mereka lebih suka memilih printer awet yang bisa dipakai bertahun-tahun.

About halojack

i'm a simple guy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: