Apa itu Slackware?

slackware

  1. 1.  Sejarah Slackware

Slackware merupakan system informasi yang dibuat oleh Patrick Volkerding dari Slackware Linux, Inc. di akhir tahun 1992 dan mulai dirilis untuk public pada tanggal 17 Juli 1993. Slackware merupakan salah satu distro Linux awal dan konon merupakan yang tertua di antara distro Linux lainnya yang masih di kelola. Tujuan utama Slackware adalah stabilitas dan kemudahan desain serta distribusi Linux yang paling mirip dengan Sistem Operasi Unix.

Nama “Slackware” berasal dari fakta bahwa distribusi ini dimulai sebagai sebuah proyek pihak swasta tanpa komitmen apa-apa. Untuk mencegah proyek ini menjadi terlalu serius pada awalnya, Volkerding memberi nama yang lucu itu, yang kemudian tetap bertahan bahkan setelah Slackware menjadi proyek serius. Kata “Slack” (kendor) di Slackware merujuk pada istilah Slack” seperti yang digunakan oleh Gereja para SubGenius.

Patrick Volkerding pertama kali mempelajari Linux ketika ia memerlukan Interpreter bahasa pemrogaman LISP yang murah untuk sebuah proyek yang sedang ia kerjakan. Pada saat itu ia menggunakan sebuah Distro yang bernama SLS Linux yang dikembangkan oleh Soft Landing Systems. Patrick Volkerding kemudian memperbaiki bug-bug yang terdapat dalam distro SLS yang pada akhirnya ia memutuskan untuk menjadikan distro hasil perbaikannya itu menjadi sebuah distro mandiri yang bisa ia pergunakan bersama rekan-rekannya.

Banyak alasan mengapa distro tua ini masih bertahan hingga sekarang dan masih banyak pengguna yang menggunakan, salah satu nya dengan tidak mengusung konsep menyerupai OS Windows, tetapi cenderung lebih menyerupai OS Unix semirip mungkin. Slackware ditujukan bagi orang-orang yang menyukai belajar dan mengutak-atik system mereka agar sesuai dengan keinginan. Pada saat ini Slackware dikenal sebagai Distro Sistem Operasi untuk server dan desktop yang tangguh dan stabil. Pada saat ini telah banyak varian distro baru yang lahir dari basis Distro Slackware seperti Zenwalk, Slax, Vector Linux, Easys, dll.

  1. 2.  Filosofi Desain

Banyak pilihan desain di Slackware dapat dilihat sebagai contoh dari prinsip “KISS” (Keep It Smile Stupid). Hal ini berarti Slackware Linux tidak memiliki perangkat grafis yang kompleks untuk mengkonfigurasikan system. Sebagai hasilnya, kurva pembelajaran dari Slackware Linux bisa jadi cukup tinggi untuk pengguna GNU/Linux yang belum berpengalaman, tetapi mampu menyediakan transparansi dan fleksibilitas yang lebih. Selain itu anda juga bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang GNU/Linux dengan distribusi seperti Slackware Linux.

Masih dalam prinsip “KISS”, Slackware menggunakan mekanisme umum yang disediakan oleh penulis asli masing-masing perangkat lunaknya, hanya sedikit mekanisme umum di distribusi ini. Akibatnya hanya terdapat beberapa perangkat GUI untuk mengkonfigurasikan system. Ini menyebabkan kurang ramah pengguna. Kritikus menganggap instalasi distribusi ini memakan waktu dan sulit dipelajari sedangkan pendukungnya menganggapnya fleksibel dan transparan serta menyukai pengalaman yang diperoleh dari proses pembelajaran karena hampir semua konfigurasi di slackware menggunakan mode console.

Di Slackware kita bisa memilih sendiri tampilan desktop sendiri mau dalam bentuk KDE atau full console seperti Unix.Bahkan tema, warna, juga bisa diatur sesuai keinginan kita.

Aspek lain yang membedakan pada Slackware, yang juga sesuai dengan prinsip “KISS” adalah pengelola paket Slackware. Slackware tidak memiliki manajemen paket yang kompleks seperti RPM atau dpkg. Paket yang dipakai adalah berkas yang berekstensi “tgz (tar/gzip)” normal, seringkali dengan tambahan script instalasi. Untuk pengguna awam, “tgz” jauh lebih handal dibandingkan RPM dan menghindari masalah ketergantungan. Paket berisi file yang berupa bagian dari perangkat lunak yang diinstall, serta file-file tambahan yang berguna untuk system manajer paket Slackware. File yang berupa bagian dari perangkat lunak yang diinstall tersebut akan diatur, sehingga bila di ekstrak ke dalam direktori root, file-file tersebut akan ditempatkan di lokasi instalasinya. File-file lain adalah file yang ditempatkan di direktori install/dalam paket.

Dua file yang umumnya di temukan di direktori install/, adalah file-file slack-desc dan doinst.sh. File-file ini tidak ditempatkan langsung ke file system dengan cara yang sama seperti file lain dalam paket. File slack-desc adalah file teks sederhana yang berisi keterangan mengenai paket yang diinstall. Ini digunakan ketika melihat paket menggunakan manajer paket. File doinst.sh merupakan shell script yang biasanya di tujukan untuk menjalankan perintah atau membuat perubahan yang tidak dapat dilakukan dengan mengubah isi paket. Script dijalankan pada akhir instalasi sebuah paket.

  1. 3.  Kelebihan  Slackware
    1. Simple dan stabil, lebih dekat dengan gaya Unix dan di didesain untuk computer 386/486 atau lebih tinggi.
    2. Sangat mudah untuk di-costumize, sehingga meningkatkan security.
    3. Program instalasi yang user friendly, walaupun kebanyakan yang kontra dengan Slackware mengatakan bahwa proses instalasi nya sangat rumit karena terbatasnya tampilan GUI yang ada pada umumnya Distro Linux lainnya.
    4. Menggunakan pilihan menu dan manajemen paket. Sehingga memudahkan kita di dalam menginstall, meng-upgrade atau membuang system.
    5. Pembuatan paket pada Slackware sangat sedrerhana dibandingkan paket-paket seperti RPM dan Debian. Paket lebih mirip dengan kompresi root direktori ditambah beberapa file lain yang diletakkan di direktori install/.
    6. Karena distro ini termasuk distro yg scryptic dan manual sekali bagi pemula Linux, tapi dengan menggunakan distro ini beberapa penggunanya dapat mengetahui banyak cara kerja system dan distro tersebut.
  1. 4. Kekurangan Slackware
    1. Aplikasi-aplikasi grafis untuk mwngkonfigurasikan distro ini bisa dibilang minim, karena pada dasarnya GUI jauh lebih kompleks dan memakan lebih banyak penggunaan perintah konsol pada umumnya.
    2. Pengguna harus memastikan sendiri bahwa system telah memiliki semua perpustakaan dan system di program-program yang dibutuhkan oleh paket-paket baru (yang akan diinstall). Jika ada yang kurang, mungkin tidak ada insikasi sampai pengguna berupaya untuk menggunakan perangkat lunak yang baru diinstall.
    3. Slackware tidak mempunyai alat secara otomatis menata dependensi bagi pengguna dengan secara otomatis dengan mengunduh dan menginstallnya, beberapa perangkat lunak pihak ketiga ada yang dapat memberikan fungsi ini, mirip dengan APT di Debian.
    4. Paket-paket yang tersedia tidak selengkap distro-distro turunan debian (.deb) dan redhat (.rpm), sehingga kita harus compile sendiri dari source code.
  1. 5. Versi  Slackware

Berikut ini sedikit saya terangkan perbandingan versi Slackware yang pernah dirilis untuk umum. Saya mengambil dua sample versi Slackware yaitu versi 13.37 dan 14.00. Mengapa saya mengambil sample keduanya, karena versi 13.37 adalah versi yang banyak dipakai oleh pengguna sedangkan versi 14.00 adalah versi terbaru slackware.

  1. Slackware versi 13.37 dirilis pada tanggal 27 April 2011, hampir tepat setahun setelah versi rilis Slackware 13.1 yang dirilis pada 24 Mei 2010. Slackware 13.37 dibekali dengan kernel Linux 2.6.37.6, disertakan juga kernel 2.6.38.4 untuk mereka yang menginginkan kernel yang lebih baru, berikut konfigurasi untuk kernel 2.6.35.12 dan 2.6.39-rc4.Browser Mozilla Firefox 4.0 disertakan dalam distribusi ini, juga “X window system” telah diupgrade, dan disertakan pula driver open source untuk kartu grafis NVIDIA, yaitu driver “nouveau”.

Ada beberapa aplikasi pendukung yang diupdate pada rilis ini antara lain , apache menjadi versi 2.2.17 , python menjadi versi 2.6.6, Perl menjadi 5.12.3 . Firefox 4 sekarang menggantikan Firefox 3.6.13 . KDE pun tidak luput dari aksi upgrade slackware , versi sebelum nya adalah 4.4.3 sekarang menjadi 4.5.5.

Untuk menggunakan barang-barang seperti USB flash sticks,USB kamera yang muncul seperti USB peyimpanan, portable hard drive, CD dan DVD media, MP3 player dan banyak lagi. Semua tanpa memerlukan “sudo”, yaitu perintah mount atau unmount. Hanya plug and play.

Berikut adalah fitur canggih Slackware 13.37 :

  • Menjalankan versi 2.6.37.6 dari kernel Linux dari ftp.kernel.org. Linux kernel 2.6.38.4 alternatif juga disediakan, serta konfigurasi disarankan untuk menggunakan kernel 2.6.39-RC4, atau 2.6.35.12 kernel yang seharusnya jangka panjang didukung. Kernel ini akan memberikan kinerja yang handal untuk desktop anda.
  • Sistem binary dihubungkan dengan GNU C Library versi 2.13 GLibc. Versi ini juga memiliki kompabilitas yang baik dengan adanya binary.
  • Menginstall gcc-4.5.2 sebagai default C, C++, Objective –C, Fortran, dll.
  • Dukungan untuk koneksi jaringan dienkripsi penuh dengan OpenSSL, OpenSSH, OpenVPN dan GnuPG.
  • Apache (httpd) 2.2.17 web server dengan Dynamic Shared Object dukungan SSL, dan PHP 5.3.6.
  • Dan masih banyak lagi……2.Versi berikutnya ialah versi 14.00. Rilis sekitar tanggal 28-September-2012. Slackware memang tidak pernah mentargetkan kapan release- release nya akan keluar. Release 14 ini menggunakan kernel 3.2.29 yang akan disupport dalam jangka waktu lama, X11 release 7.7, firefox versi 11, dan ditambahkannya satu compiler baru yang disebut LLVM/clang. Entah apa ini tapi dari namanya kelihatan delicious. Dilihat dari cara instalasinya, slackware masih menggunakan cara yang lama. Jadi bagi yang sudah terbiasa tidak akan menemui kesulitan dalam menginstalnya.

2.   Bila dibandingkan dengan versi slackware 13.37, maka segudang pembaruan dan peningkatan telah dilakukan untuk versi Slackware14.00. Diantaranya desktop Xfce 4.10, KDE SC 4.8.5 dan duit office Calligra 2.4.3. Peningkatan lainnya adalah pada pakey-paket X.org 7.7, X-Server 1.12.3, Glibc 2.15, Bash 4.2.24, GIMP2.8.2, Firefox 15.0.1 (dan sebagai opsi lainnya juga ada Google Chrome), Thunderbird 15.0.1 dan SeaMonkey 2.12.1. Dengan alasan politik lisensi Oracle yang kurang mendukung, Slackware telah menyingkirkan JDK 6 dan mulai versi ini tidak lagi menyediakan lingkungan pengembangan java yang di bundle bersama penerbitan distro ini.

Distro yang masih tegar ini merupakan distro yang minimalis yang menyediakan sekitar 1150 paket software. Desktop GNOME yang cukup popular resminya tidak didukung langsung oleh proyek dibawah pimpinan Patrick Volkerding, namun bagi yang ingin menggunakan Gnome tersedia solusinya pada proyek Gnome-Slackbuild. Slackware memiliki komunikas pendukung, pengguna dan pengembira yang cukup luas termasuk sejumlah penyedia paket software tidak resmi seperti slackbuilds.org.

Kecuali menggunakan tools seperti slapt-get, update atau instalasi Slackware dapat dilakukan menggunakan media CD/DVD yang resmi dirilis. Seperti di hampir semua distro, proyek Slackware telah menerbitkan media untuk versi Slackware 14.0 berupa 6 CD dan/atau 1 DVD untuk masing-masing platform Intel (AMD) dengan arsitektur 32 dan 64 bit, sementara koleksi kode sumbernya (source code) dikemas terpisah dalam satu media DVD. Prosesor lain yang didukung Slackware 14.0 adalah ARM, yang telah menambahkan dukungan untuk dua platform baru yaitu TrimSlice Pro (NVidia Tegra CPU) dan Raspberry Pi. Keterangan lebih rinci dapat disimak disitus khusus http://www.armedslack.org.

Berikut adalah fitur canggih Slackware 14.00 :

  • Menginstall gcc-4.7.1 sebagai default C,C++,Objective-C, Fortran-77/95/2003/2008, dan Ada compiler 95/2005/2012.
  • Sebuah repositori paket perangkat lunak tambahan disusun dan siap untuk menjalankan di direktori / ekstra.
  • Kompilasi KDE Software 4.8.5, sebuah lingkungan desktop yang lengkap. Ini termasuk penulis kaligrafi suite produktivitas (sebelumnya dikenal sebagai
    KOffice), alat-alat jaringan, GUI pembangunan dengan KDevelop, multimedia alat (termasuk musik Amarok pemutar dan K3B perangkat lunak disc pembakaran), web Konqueror browser dan file manager, puluhan games dan utilities, bahasa internasional dukungan, dan banyak lagi.

About halojack

i'm a simple guy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: